Day 1: Christchurch, Waikuku Beach, Akaroa

Summer 11 Desember 2010. Day 1: Christchurch, Waikuku Beach, Akaroa.

Kita berangkat pada 10 Desember 2010 menggunakan SQ dari Jakarta berhenti sebentar di Singapore kemudian Singapore langsung menuju ke Christchurch. Mendarat di Christchurch Internasional Airport pada tanggal 11 Desember sekitar jam 12.00 siang. Sebagai tambahan keterangan, NZ adalah negara yang sangat mengandalkan pendapatannya dari ekspor produk pertanian dan peternakan. Dalam rangka menjaga kualitas produk dan juga melindungan masuknya hama dan penyakit maka NZ sangat ketat dalam mengawasi masuknya barang-barang yang berasal dari tumbuhan maupun hewan. Sebaiknya tidak membawa bahan-bahan mentah. Yang aman adalah membawa bahan olahan yang masih dalam paket plastik, gelas atau logam. Namun makanan yang mengandung madu, susu dan daging tidak diijinkan masuk. Mengingat banyaknya daftar larangan makanan maka cara yang paling praktis adalah semua barang dideklarasikan kepada petugas bea cukai di bandara sehingga mana yang boleh dibawa dan mana yang harus dibuang ditentukan oleh mereka. Jika mau praktis, tidak perlu membawa banyak makan karena apa yang kita butuhkan dapat dengan mudah kita peroleh di super-super market di NZ. Kita sudah tiap hari makan-makanan Indonesia, akan lebih seru jika saat kita di NZ kita makan makanan NZ. Justru saat di NZ, makanan minuman produk asli NZ lebih murah dan kita semua tahu kualitasnya bagus. Coba kita bayangkan apakah kita mampu makan makanan minuman NZ waktu di Indonesia? Kalaupun mampu pasti mahal dan tidak terlalu sering. Maka nikmatilah sepuasnya waktu disana. Jujur saja teknik ini adalah teknik terbaik dan sukses untuk mensiasati kebosanan saya waktu tinggal kuliah di Auckland dan tinggal di asrama yang mana makanan juga sudah disiapkan sementara hampir 100% menunya adalah menu Eropa. Just try this technique…

Bisa dipilih bahan makanan yang mudah memasaknya seperti hanya cukup memasukkan dalam oven, grill atau rebus karena sudah dikasih bumbu. Namun jika tidak bisa makan ala Eropa dan tetap rindu makanan Indonesia atau Asia, tidak perlu khawatir karena orang-orang NZ juga cukup familiar dengan makanan Asia dan bahan-bahan masakan sangat mudah ditemukan di super-super market terutama yang besar-besar seperti Pak’n’Save.

Untuk yang muslim harap hati-hati khususnya saat membeli sosis. Bahan dasar yang digunakan untuk membuat sosis adalah babi. Meskipun disebutkan bahwa sosis tersebut adalah chicken atau beef sosis namun umumnya tidak 100% chicken ataupun beef. Harus dicek dan dibaca terlebih dahulu kandungan atau label yang tertera apakah benar-benar 100% chicken atau beef. Umumnya yang saya jadikan patokan adalah jika sosisnya murah maka ada babinya, kalau mahal biasanya pure chicken atau beef.

Mengenai daging… New Zealand mengandalkan ekspor daging baik domba maupun sapi ke Negara-negara lain termasuk konsumen-konsumen besarnya adalah negara-negara muslim di Timur Tengah, Malaysia dan juga Indonesia. Oleh sebab itu banyak yang menyatakan bahwa produk daging mereka juga dilakukan penyembelihan sesuai dengan standar muslim mengingat negara-negara yang menjadi tujuan ekspor akan menetapkan syarat halal pada produk yang akan mereka konsumsi. Namun demikian bagi yang memiliki keraguan atau concern mengenai halal tidaknya suatu produk makanan maka ada baiknya harus mengecek terlebih dahulu. Selama tidak disebutkan atau dicantumkan label halal maka tidak bisa dipastikan kehalalan produk tersebut. Di NZ terdapat juga took-toko daging produk halal umumnya hanya di kota-kota besar. Untuk kota-kota kecil jarang ditemukan.

Kemudian kita dijemput oleh Eran yaitu pemilik rental mobil Allways yang telah menunggu kita saat keluar dari bandara. Dari bandara ke kantor Eran tidak terlalu jauh yaitu hanya sekitar lima menit. Kita telah memesan mobil secara online sejak dari sebelum berangkat sehingga waktu sampai ke kantor rental mobil kita hanya mengisi syarat-syarat administrasi tambahan seperti surat perjanjian dan fotokopi paspor juga SIM. Dan mengecek kondisi kendaraan saat kita terima dan juga mengecek perlengkapan- perlengkapan yang ada di dalam mobil itu yaitu perlengkapan tidur dan juga memasak.

Setelah selesai urusan administrasi ada hal yang lucu dimana saat Eran menanyakan nomor darurat yang bisa dihubungi sewaktu-waktu. Kemudian Puti memberikan nomor HP. Komentar Eran sangat lucu “Ini nomor Indonesia? Wah nggak mau karena akan terlalu mahal. Seperti kamu tidak tahu orang Yahudi saja”. Sebagai informasi, selama mengisi administrasi kita ngobrol-ngobrol dan dari namanya saya langsung tahu kalau dia dari Israel atau minimal Yahudi meskipun dia berkulit putih, berrambut blonde dan bermata biru. Waktu kuliah di Auckland dulu punya teman di kampus kebetulan orang Israel yang sudah pindah ke Amerika dan ngambil Master Geologi di Auckland University namanya Eran Karmon. Dari Eran Karmon saya tahu kalau nama Eran adalah khas Israel atau Yahudi. Dan benar Eran adalah imigran dari Israel dan dia, istri dan kedua anaknya sebetulnya belum terlalu lama pindah dari Israel dan menetap di Christchurch.

Sebagai informasi, kita bisa menggunakan SIM Indonesia untuk menyetir mobil di New Zealand selama kita tinggal di sana kurang dari satu tahun. Jika lebih dari satu tahun kita diwajibkan untuk mengurus SIM New Zealand. Jadi turis umumnya diperbolehkan menyetir di New Zealand. Hal yang menarik adalah New Zealand juga menggunakan sistem menyetir sebelah kanan seperti halnya di Indonesia. Sehingga umumnya kita tidak merasa punya kesulitan beradaptasi. Namun sampai sekarang saya tidak tahu kenapa Indonesia menggunakan sistem nyetir sebelah kanan sementara Belanda menggunakan setir sebelah kiri. NZ wajar menggunakan setir sebelah kanan karena menggunakan sistem Inggris.

Di New Zealand ada beberapa hal yang harus diperhatikan saat menyetir karena ada kebiasaan atau tradisi berkendara yang berbeda dengan di Indonesia. Sebagai contoh yang umumnya sangat berbahaya adalah mobil yang akan berpapasan di depan kita jika akan berbelok ke arah kanan (memotong jalur kita) maka dia mendapatkan prioritas untuk berbelok terlebih dahulu sementara kita harus memberikan kesempatan dia untuk berbelok alias kita harus menunggu. Juga yang kontradiksi dengan kita adalah pada saat ada mobil berpapasan di depan kita dan dia menyalakan lampu dim, artinya dia justru memberi jalan kepada kita sementara di Indonesia sebailiknya kalau kita memberikan lampu dim artinya kita meminta yang di depan kita itu untuk memberi jalan kita. Dan juga harus berhati-hati saat berada di roundabout. Yang mana pada saat ada mobil yang menggunakan setengah lingkaran sebelah kanan kita maka harus menunggu sampai mobil tersebut sudah berada di sebelah kiri kita. Dan dalam berkendara kita juga tidak boleh terlalu dekat antara mobil kita dengan mobil di depan kita. Cara yang paling gampang adalah jika kita masih bisa membaca plat nomor mobil di depan kita artinya jarak kita masih terlalu dekat. Dan juga pada saat kita antri/berhenti misalkan di lampu merah, selama kita tidak bisa melihat plat nomor mobil di depan kita artinya posisi kita juga masih terlalu dekat. Jika mobil kita terlalu dekat atau dianggap membahayakan pengendara lain maka pengendara lain akan menelepon polisi sehingga polisi nanti akan mengawasi kita atau membuntuti kita terlebih dahulu untuk memastikan bahwa laporan yang mereka terima benar. Jika terbukti benar maka polisi akan menghentikan kita dan akan memberitahu kesalahan kita. Kadang kalau kita lucky (karena mereka tahu kita turis) akan dimaklumi atau diingatkan jika kita melakukan kesalahan lagi baru akan didenda.

Yang perlu ditanamkan adalah kita harus mengikuti rambu-rambu lalu lintas. Baik pada posisi dimana kita boleh berhenti maupun pada kecepatan berapa kita harus mengemudikan kendaraan. Yang perlu diperhatikan adalah mengenai kecepatan kendaraan. Kecepatan kendaraan melebihi yang diizinkan akan dikenakan denda yang besarnya sesuai dengan kelebihan kecepatan namun tergolong sangat besar. Sebagai gambaran umum jika memasuki daerah tertentu yang padat (misalkan ada sekolah) maka kecepatan adalah 30 km per jam. Untuk di dalam kota umumnya 50 km per jam. Untuk di daerah pinggiran kota umumnya kecepatan 70 km per jam. Untuk daerah antarkota umumnya adalah 100 km per jam. Denda kelebihan kecepatan (overspeed) tergolong tinggi karena dianggap kesalahan tersebut tidak hanya merugikan diri sendiri tapi juga sangat merugikan dan membahayakan pengendara lain. Rambu-rambu kecepatan maksimal pada saat menikung harus benar-benar diikuti karena berdasarkan pengalaman membuktikan bahwa rambu-rambu tersebut cukup akurat. Jika kita melebihi kecepatan yan diijinkan maka akan sangat berbahaya karena akan memakan jalur lain dari kendaraan yang berpapasan di depan kita.

Monitor kecepatan kendaraan bisa dilakukan melalui peralatan pendeteksi kecepatan di dalam mobil polisi, berdasarkan pada laporan pengendara lain atau juga bisa melalui kamera yang dipasang di sepanjang jalan (baik kamera tersembunyi maupun kamera yang terlihat). Memang kondisi di South Island yang lebih sepi dibanding dengan North Island berakibat pada tidak banyaknya polisi yang mengawasi, tidak banyak juga kamera pemantau kecepatan. Namun yang harus dipikirkan adalah tindakan pelanggaran mengemudi tersebut akan merugikan diri sendiri.

Kecepatan berkendara juga harus memperhatikan kecepatan kendaraan lain di depan dan di belakang kita. Kita harus mengikuti flow kecepatan sesuai dengan kondisi yang ada. Jika kita berkendara dengan kecepatan lebih rendah daripada mobil lain di belakang kita, untuk menghindari terjadinya antrian kendaraan maka kita harus meminggirkan kendaraan kita alias memberikan kesempatan kendaraan lain di belakang kita untuk menyalip terlebih dahulu. Jika kita beriringan juga harus memperhatikan jarak. Kita tidak boleh beriringan terlalu dekat karena juga akan membuat kendaraan lain mengalami kesulitan untuk menyalip kita.

Untuk keperluan kita berhenti di jalan raya harus memperhatikan rambu-rambu dimana kita boleh berhenti. Tidak diijinkan berhenti semau kita meskipun mobil berada di luar jalan. Mengingat banyak daerah-daerah yang cukup bagus dimana kita ingin mengambil foto maka pada daerah-daerah tersebut umumnya dilengkapi dengan pemberhentian pada lokasi yang betul-betul memiliki view yang bagus. Tempat berhenti seperti ini disebut Look Out Point.

Contoh Parkir yang Salah.

Contoh Parkir yang Salah.

Contoh Salah dan Tidak Boleh Ditiru.

Contoh Salah dan Tidak Boleh Ditiru.

Untuk parkir kendaraan juga harus memperhatikan rambu-rambu berapa lama kita boleh kita parkir yang umumnya menggunakan satuan menit (5, 10 dst). Jika melewati waktu yang diijinkan maka mobil akan diderek dan kita harus mengambil mobil tersebut di depo dan membayar sejumlah denda. Juga terdapat tempat-tempat parkir berbayar dengan cara memasukkan koin tergantung berapa lama kita akan parkir. Umumnya perlu waktu sebentar untuk mempelajari cara membayar menggunakan mesin parkir dengan koin ini. Tinggal mengikuti petunjuk pada layar.

Hal-hal yang perlu diingat dalam berkendara di NZ bisa dilihat pada gambar di bawah ini:

Rental mobil di New Zealand sangat mudah. Terdapat berbagai jenis mobil yang bisa kita sewa baik yang kecil seperti super besar, baik yang ekonomis sampai yang mewah, baik yang murah sampai yang super mahal sesuai dengan kebutuhan kita. Kita dapat juga menyewa mobil di satu kota dan mengembalikannya di kota lain tidak harus di tempat kita mengambil mobil tersebut sehingga akan sangat efisien terutama dari segi waktu. Mobil umumnya dapat dikembalikan di bandara sehingga tidak perlu kita takut ketinggalan pesawat.

Kembali ke kantor rental mobil, setelah selesai kita pergi ke supermarket (Supervalue) untuk membeli bahan-bahan keperluan selama perjalanan nanti seperti makanan, minuman, sabun cuci, tissue dll. Yang tidak boleh ketinggalan adalah Indomie. Tidak usah khawatir.. kita dapat menemukan Indomie dimana saja di Selandia Baru. Untuk bahan makanan dan minuman yang tahan lama kita beli sekalian yang banyak namun untuk yang gampang basi kita batasi secukupnya.

Kemudian kita mendapatkan bahwa tabung gas kecil (gas canister) yang digunakan untuk kompor ternyata hanya ada satu. Pada saat di kantor rental, Eran berjanji akan memberikan satu lagi tabung gas sebagai cadangan. Namun di supermarket di mana kita belanja kita tidak bisa menemukan tabung gas tersebut. Kita juga cari di toko lain dan juga tidak berhasil mendapatkan tabung gas tersebut. Akhirnya kita putuskan untuk kembali ke kantornya Eran untuk meminta tabung gas tambahan. Kita ketemu Eran di depan kantor saat dia akan keluar dari kantor. Dia kaget kenapa kita kembali ke kantor, pasti ada sesuatu yang sangat penting. Kemudian kita sampaikan bahwa kita meminta tabung gas yang dia janjikan karena kita sudah mencari-cari tidak ketemu. Apa yang menjadi komentar dia membuat kita tertawa geli. “Tadi kamu menertawakan saya waktu saya minta nomor telepon dan kamu kasih nomor Indonesia. Ternyata kamu lebih parah lagi… Masak hanya untuk urusan tabung gas senilai $3 saja kamu rela untuk kembali lagi ke kantor ini? Siapa sebenarnya yang Yahudi?”

Selesai dari ambil tabung gas, kita ke pusat kota Christchurch, dekat dengan Cathedral yang menjadi icon kota Christchurch, untuk mengecek camp site namanya Stonehurst, melihat fasilitas dapur, laundry dan toilet. Kemudian kita juga ingin mem-book campsite untuk tanggal 24 Desember karena tanggal 25 adalah waktu kita pulang ke Jakarta. Jika kita bisa stay di campsite ini maka perjalanan ke bandara juga tidak terlalu jauh.
Setelah isi formulir semua, ternyata jawabannya “tidak bisa kalau hanya pesan 1 hari dan harus full 1 minggu alias sampai Tahun Baru”. Alasannya adalah tidak ada pegawai yang kerja selama Natal sampai Tahun Baru sehingga waktu check out tidak ada petugas yang jaga. Agak aneh sih… Tapi karena dulu saya pernah tinggal di NZ jadi ya hal seperti ini wajar-wajar saja. Namun agak sedikit kecewa juga. Akhirnya kita putuskan untuk malam itu tidak pesan tempat. Kita pingin jalan-jalan memanfaatkan waktu karena musim panas siangnya lama, matahari baru tenggelam jam 10 malam.
Iseng lihat peta, ada daerah yang menarik yang berada tepat di delta sungai bahkan mirip sebuah laguna namanya Waikuku. Saya tidak pernah mendengar nama ini sebelumnya. Iseng-iseng saja siapa tahu bagus. Waikuku dalam Bahasa Maori artinya Wai = Sungai dan Kuku = kerang (mussel) air tawar. Sehingga artinya adalah sungai dengan kerang air tawar. Akhirnya kita menuju pantai Waikuku di utara Christchurch sekitar 40 menit perjalanan. Kenyataannya kita agak nyasar-nyasar karena masih coba-coba Tom Tom (mesin GPS) dan keterangan/petunjuk jalan yang kurang lengkap. Di Tom Tom yang muncul adalah Pegasus dan ternyata yang kita mau cari adalah Waikuku.

Di Waikuku kita berhenti di recreation area dekat pantai, buka kompor, buat kopi kapal api, minum coca cola dan makan fish n chips yang dibeli di perjalanan menuju Waikuku beach. Sambil jalan kita sekalian beli sim card New Zealand yang tawarannya paling murah yaitu 2degree, toh hanya dipakai sementara. Kita juga tidak tau apakah jaringannya bagus atau tidak. Tentunya tidak akan sebagus jaringan telepon besar seperti Vodafone. Meskipun ada nomor NZ tapi nomor Indonesia tetap aktif jika ada yang menghubungi baik saudara maupun orang-orang kantor Puti. Sebenarnya kalau mau liburan tenang, sekalian jangan mengaktifkan hp. Namun kenyataannya tidak mudah.. antara kita merasa ada yang kurang jika nomor kita tidak aktif atau takut ada berita yang sangat penting sekali.

6 - txt

Abis makan jalan ke pantai Waikuku. Pantainya bagus dan asyik karena sepi, tapi anginnya gede banget. Mungkin kalau hari cerah, hangat, tidak terlalu sore, saya yakin pantai ini ramai pengunjung. Buktinya ada kantor Baywatch-nya meskipun sudah tutup karena sudah jam 7 malam.

Kita hanya foto-foto sebentar dan kemudian cabut. Sekitar jam 8 kurang sedikit kita meninggalkan Waikuku.

8 - txt

Rencana mau balik ke Christhurch ke campsite Stonehurst tapi setelah kita pikir-pikir akhirnya kita ganti plan langsung menuju Akaroa, perjalanan 2 jam. Waktu keluar dari Christchurch menuju Akaroa route-nya agak berkelok-kelok karena daerah perbukitan. Ditambah matahari yang sudah sangat lemah sinarnya sehingga harus hati-hati saat menyetir. Bahkan saat mendekati kota Akaroa, sudah sedikit gelap dan hanya terlihat lampu-lampu.

Sampai Akaroa sudah hampir jam 10, langsung ke Top 10 Holiday Park Akaroa. Waktu kita sampai, office sudah tutup tapi terdapat tulisan yang menyatakan bahwa bisa langsung ke site dan urusan admisnitrasi, bayar-bayar bisa dilakukan besok. Jika tidak bisa masuk… saya tidak kebayang meski bagaimana. Makin sulit cari tempat untuk menginap karena sudah terlalu malam.

Campersite-nya bagus, ada di lereng bukit dengan view langsung menghadap ke bay jadi terlihat cantik lampu-lampunya saat malam hari. Namun setelah kita parkir mobil kita cari-cari dapur nggak ketemu-ketemu. Kebetulan masih ada anak muda-muda yang masih pada nongkrong dan saya tanya dimana dapur dan juga kamar mandi. Akhirnya kita masak sebentar untuk makan malam dan kemudian mandi. Sudah mendekati jam 12 malam, teler, langsung tidur. Karena kita tidur di dalam mobil van. Selalu ada ritual yang harus kita lakukan terlebih dahulu yaitu nyingkirin barang-barang terus pasang kasur dan selimut. Meskipun musim panas tapi kalau malam tetap dingin dan harus memakai selimut yang memadai. Bahkan kadang perlu dibantu sweater. Tidak lupa jendela mobil bagian depan mesti dibuka sedikit di bagian kiri dan kanan supaya uap air dari nafas kita tidak mengembun dalam mobil dan yang lebih penting sirkulasi udara tetap terjadi sehingga kita tidak kehabisan oksigen.

to be continued to “Day 2: Akaroa, Christchurch