Day 2: Akaroa, Christchurch

Summer, 12 Desember 2010. Day 2:  Akaroa, Christchurch

Kita bangun kesiangan karena kecapean, dan katanya sih jet lag 🙂 Ternyata semua holiday park itu harus check out jam 10 pagi. Kita bangun jam 9.15… buru-buru mandi dan terpaksa cuman sarapan sereal dan yoghurt. Selesai beres-beres langsung cabut tapi sebelumnya foto-foto dulu dan mampir ke office untuk bayar sewa campsite.

1. View Akaroa Bay dari Campsite - txt

Dari campsite langsung ke pusat kota Akaroa yang berada di pinggir bay (teluk). Ke pusat informasi untuk menanyakan what is the best thing in Akaroa.

2. Pusat Informasi Akaroa merangkap Kantor Pos - txt

Yang perlu dicoba di Akaroa adalah kayaking, naik cruiser untuk melihat lumba-lumba di laut bebas dan diving. Juga terdapat Akaroa Jet Boat buat yang tertarik kebut-kebutan pakai speed boat. Jika kita ingin beli tiket untuk paket-paket tersebut bisa dengan mudah dengan pergi ke counternya.

3. Loket Pemesanan Tiket Berbagai Permainan di Akaroa - txt

Akhirnya kita putuskan untuk menu hari ini adalah kayaking. Keluar dari pusat informasi kita foto-foto di sekitar lokasi. Di bawah ini adalah patung dari seorang yang namanya Charles Meryon yang hidup pada tahun 1821-1868. Dia adalah seorang letnan pada kapal angkatan laut Perancis “Le Rhin” yang berada di Akaroa antara tahun 1843-1846. Charles Meryon adalah seorang seniman dan pemahat yang sangat terkenal yang hasil karyanya di Paris terlihat sangat dipengaruhi oleh masa-masa ketika dia tinggal di New Zealand. Satu dari karya etchings/etsa dia yang berjudul “Pointe Dite Des Charbonniers” dipamerkan di Akaroa Museum.

4. Patung Charles Meryon di dekat Pusat Informasi Akaroa - txt

Ada yang unik di Akaroa dimana nama-nama jalan dan tempat masih menggunakan nama-nama Perancis bahkan sampai sekarang bendera NZ dikibarkan bersama bendera Perancis. Hal ini berawal dari sejaran di tahun 1830an. Awalnya British selalu menolak untuk mengakui NZ sebagai koloni. Akhirnya pada 15 Juni 1839 Kerajaan Inggris memproklamasikan NZ sebagai koloni Inggris. Setelah mendapatkan informasi bahwa Prancis bermaksud untuk menjadikan Akaroa sebagai koloni Perancis maka Inggris mengirimkan kapal perang Britomart yang mendarat di Akaroa pada 16 Agustus 1940 (namun dari catatan kapten kapal menunjukkan bahwa kapal mendarat tanggal 11 Agustus 1840).

Sementara itu sebelumnya pada tahun 1838 Kapten Jean François Langlois melakukan pembelian tanah di daerah Banks Peninsula dengan uang muka sebesar 6 poundsterling dan sisanya sebesar 234 poundsterling akan dibayarkan kemudian. Kemudian dia kembali ke Perancis mengiklankan kepada siapa saja yang tertarik untuk pindah ke New Zealand. Kemudian pada 9 Maret 1840, 63 imigran meninggalkan Perancis menggunakan kapal perang tua pemberian pemerintah Perancis untuk menuju New Zealand. Kapal ini mendarat di North Island pada 11 Juli 1840 dan baru mengetahui bahwa Bank Peninsula telah diklaim oleh pemerintah Inggris. Group Perancis ini akhirnya sampai di Akaroa pada 18 Agustus 1940 yang kemudian menetap di sana. Inilah alasan mengapa pengaruh Perancis masih sangat kuat sampai sekarang di Akaroa.

5. Di Akaroa Bendera New Zealand Dipasang Bareng dengan Bendera Perancis - txt

Dari pusat informasi kita menuju ke Giant House. Giant House itu rumah yang isinya patung manusia berukuran raksasa dilapisi mosaic keramik berikut perabot berukuran rakasasa juga. Unfortunately Giant House-nya tutup, bukanya hanya jam 14-16 dan kita saat itu sampai sana jam 12 siang. Kalaupun Giant House saat itu buka kita kemungkinan juga tidak akan masuk karena pelitnya lagi keluar yaitu untuk masuk Giant House per person bayar 20 dollars.

6. Giant House Akaroa - txt

7. Foto di Pintu Masuk Giant House Akaroa - txt

Dari Giant House kita mau kayaking di daerah city center-nya Akaroa. Ketika cari parkir susah banget, mungkin karena pas hari minggu. Akhirnya dapat parkir di pinggir sungai, tiba-tiba kepikir gimana kalau sekalian masak di situ untuk makan siang. Menu makan siang yang masaknya mudah saja yaitu Indomie Goreng yang kita beli di Super Value di Christchurch. Saat masak-masak, foto-foto kita pasti minim sekali karena tangan kotor, tidak bisa pegang kamera. Untuk kali ini kebetulan masih bisa karena Puti masih bisa motret.

8. memasak mie instan

Yang menarik di dekat kita masak terdapat mobil-mobil sport tua yang masih sangat bagus-bagus. Padahal mobil-mobil ini mobil tahun 60an. Sebagai contoh sebuah mobil Corvette Stingray tahun 1963 yang masih bagus ini. Dan lihat plat nomor-nya, kereeen… Rupanya ada yang tertarik untuk nyoba atau mau curi hehehe…

9. Mobil Antik Corvette Stingray tahun 1963 di Akaroa - txt

Selesai makan siang kita jalan di sekitar harbor, foto-foto bersama dengan burung camar. Burung-burung ini tidak takut dengan orang, berani mendekat mengharapkan makanan. Seandainya burung ini berani melakukan kebiasaan ini di Indonesia dijamin nasibnya sudah berakhir di penggorengan. Habis itu kita ingin ke agent yang menyediakan penyewaan alat untuk kayak.

10. Bermain dengan Burung Camar di Akaroa - txt

Waktu jalan di pantai karena kita lihat ada tulisan menyewakan paket kayaking, akhirnya kita berhenti sebentar terus ada anak yang datang menanyakan apa yang dia bisa bantu. Waktu kita bilang kalau kita pingin main kayak dia bilang kalau untuk saat itu tidak bisa karena cuacanya lagi tidak bersahabat. Terus dia nawarin paket lain yaitu paddle boat tapi kita tidak tertarik karena itu mainan Rara (anak kita) bukan mainan Bapak dan Ibu-nya Rara J Akhirnya kita cari agen yang lain dan akhirnya ketemu di Jalan Lavaud 59.

Sewa kayak per jam $15 atau untuk half day $35. Awalnya kita pingin sewa half day toh nanti paling juga bisa gantian. Orang yang menyewakan alat menanyakan whether we have any experience or not. When I said I don’t have any experience in kayaking but Puti had a kayaking course long time ago when she was in Norway. I suggested him to consider us as we are inexperienced and then he suggested us to rent one hour so we had to pay $30 for double. Kalau bule dengar kita mau sewa half day sih nggak ketawa, ekspresi-nya biasa saja tapi mungkin kalau yang nyewain orang Indonesia mungkin akan bilang “Ngaca loe, emang kuat gitu?” hehehe….

11. Bermain Kayak di Akaroa Bay - txt

Kita main kayak di daerah yang anginnya tidak terlalu kencang, yang tertutup oleh daratan, bukan yang terbuka ke laut Pacific karena akan berbahaya. Pantesan agen yang sebelumnya tadi tidak bisa menyewakan alat kayak karena lokasi dia memang yang terbuka ke laut lepas. Main kayak baru satu putaran yang mungkin sekitar 1 km rasanya sudah capek banget. Akhirnya Puti turun sehingga tinggal saya yang main kayak dan gantian dia yang foto-foto saya sambil merekam video. Setelah saya selesai, gantian dia yang main kayak lagi dan saya yang foto-foto.

Di pinggir pantai tempat kita main kayak, ada orang yang sedang main lempar bola tenis dan nanti dikejar oleh anjingnya dan dibalikin ke pelempar, begitu terus menerus. Ternyata tempat kita main kayak itu juga tempat untuk melatih anjing. Awalnya kita berpikir kasihan sama anjingnya dikerjain sama pemiliknya seperti itu.

Selesai kayaking kita lapar dan masak di lapangan di samping lokasi kita main kayak. Menu kali ini agak lumayan yaitu nasi goreng (ceritanya hehehe…). Dari Indonesia kita sudah persiapkan bawa bumbu nasi goreng Indofood. Saya bagian masak nasi. Nasi dimasak nggak matang-matang, kita salahin angin yang bertiup kenyang benget yang membuat api dari kompor kita lari kemana-mana. Kompor kita kompor camping yang kecil yang bahan bakarnya gas yang botolnya segede obat nyamuk Baygon semprot itu lho…

12. Menyiapkan Makan Siang - txt

Saat memasak saya ditunggui oleh banyak burung camar yang mengharapkan dikasih makan. Saya tidak pernah bosan memotret burung-burung ini. Kita bisa menemukan burung-burung camar hampir di seluruh NZ.

13. Burung Camar Menunggu Kita Memasak dan Diberi Makan - txt

Buat hiburan, sesekali saya lemparkan roti tawar yang masih ada, sisa sarapan tadi pagi yang tidak habis karena buru-buru itu. Saat saya lemparkan ke udara burung-burung ini langsung berebutan roti tersebut di udara yang menghasilkan suatu pemandangan yang sangat luar biasa.

14. Camar Berebut Roti di Udara - txt

Setelah selesai makan, jam telah menunjukkan pukul 05.30 sore sehingga kita harus segera bersiap-siap untuk menuju ke Christchurch. Namun saya merasakan perut agak sakit. Karena tempat masak berada dekat dengan toilet umum maka saya sempatkan untuk ke toilet dulu. Setelah selesai, baru kita mulai perjalanan menuju Christchurch. Sayang di perjalanan perut saya kembali merasa sakit. Saya coba untuk tahan siapa tahu bisa tahan sampai ke Christchurch. Namun ternyata tetap tidak tahan. Berusaha menahan sampai pom bensin terdekat yang ada toilet-nya namun dari Tom Tom nampaknya tidak memungkinkan. Akhirnya stop di pinggir jalan meskipun aturannya tidak boleh tapi apa boleh buat. Bisa bayangin khan apa yang saya rasakan saat isi perut sudah hampir keluar? Tidak ada prioritas apapun, sebesar apapun di dunia ini yang bisa menggesernya.

15. Berhenti Dulu karena Sakit Perut - txt

Yang jadi masalah sekarang harus pup dimana? Karena tidak ada penghalang yang cukup untuk sembunyi. Lari kesana kemari sambil nahan sakit tapi pinggir jalan dipagari kiri kanan semua dan ditulis Private Property. No Entry… Ampun Gusti… Akhirnya ada semak-semak kecil yang bisa menutup saat pup meskipun hanya dari satu arah. Sudah tidak mau tahu karena sudah tidak mungkin ditahan. Lebih penting mana kesopanan atau kesehatan? Namun ada yang iseng, bukannya motret view Akaroa dari point tersebut yang cukup bagus tapi justru sibuk membuat video saya lari sana sini cari tempat pup. Tentu saja capture videonya tidak ditampilkan disini J Diganti dengan view Akaroa saja.

16. Foto Akaroa Bay dari Sudut Lain - txt

Kemudian kita melanjutkan perjalanan dan kita melihat pemandangan yang cukup bagus di kiri kanan jalan yang mana pemandangan ini tidak kita lihat waktu malam sebelumnya kita melewati daerah ini karena suasana sudah gelap. Seperti di beberapa lokasi kita melihat ada 2 kuda yang sedang berlari lepas. Kemudian juga kita lihat ada banyak domba-domba yang sedang merumput dan juga kita lihat banyak bebek-bebek liar yang ada di pinggir pantai.

17. Sepasang Kuda Menikmati Sore di Akaroa - txt

18. Biri-biri yang Masih Asyik Merumput Meskipun sudah Malam Hari - txt

19. Bebek Liar di Pantai yang Masih Sibuk Mencari Makanan - txt

Yang paling menarik adalah melihat seorang yang sedang asyik menunggang kuda di pinggir pantai.

20. Asyiknya Berkuda di Pinggir Pantai Saat Musim Panas - txt

Perjalanan dari akan Akaroa turun ke Christchurch route-nya berbelok-belok sehingga harus ekstra hati-hati. Untungnya rambu-rambu lalu lintas cukup jelas.

21. Rambu-Rambu Lalu Lintas yang Sangat Bermanfaat - txt

Setelah kita melewati jalan yang berbelok-belok, kita menghadapi tantangan yang berbeda di mana angin yang sangat kencang yang tiba-tiba bisa membuat mobil kita bergeser sendiri ke tengah jalan. Terpaan angin dari samping membuat kita agak kesulitan untuk mengendalikan kendaraan. Akhirnya kita masuk kota Christchurch lagi. Karena capek kita berhenti sebentar di pom bensin untuk cari toilet. Jam 9 malam kita akhirnya masuk Stonehurst. Karena sudah malam maka buru-buru masak di dapur terus cuci-cuci piring dan peralatan masak. Pas nunggu masakan siap sekalian kita download foto-foto dan video (dipindah ke laptop), charge semua battery dan menulis journal. Beres semua baru mandi dan tidur.

to be continued to “Day 3: Christchurch, Castle Hill, Punakaiki”

Advertisements