Day 6: Wanaka

Summer 16 Desember 2010. Day 6: Wanaka

Meskipun kita tidur sangat telat namun kita pagi-pagi sebelum jam 08.00 sudah bangun untuk memasak buat sarapan, cuci piring dan alat masak dan juga mandi. Di samping itu jam 9 kita juga harus ketemu dengan petugas holiday park untuk melakukan pembayaran dan juga administrasi lain. Waktu kita ke kantor, petugas yang ada disitu langsung nebak kalau kita lah yang dini hari tadi menelpon. Kita sampaikan permohonan maaf karena kita mengganggu tidur dia. Kita ngobrol sana sini sama petugas tersebut dan setelah selesai urusan pembayaran dan administrasi kita menanyakan mengenai kegiatan apa yang menarik dilakukan di Wanaka. Sebetulnya di holiday park atau tempat-tempat turis lain selalu penuh dengan brosur-brosur penawaran kegiatan yang menarik. Namun dari pada capek-capek baca ya mending lebih praktis tanya saja. Dia memperlihatkan beberapa opsi diantaranya bungy, swing dan skydive. Karena skydive sepertinya menarik jadi kita tanya jadwalnya jam berapa. Ternyata pilihan yang terbaik dari segi cuaca, angin dan juga sinar matahari adalah jam 11:30 sementara satu jam sebelumnya sudah harus di bandara tempat skydive. Jadi waktunya sudah mepet dan petugas tersebut menyampaikan kalau dia akan tanyakan dulu ke operator skydive apakah masih ada tempat untuk jadwal jam 11:30 dan apakah masih bisa daftar. Operator skydive menyampaikan kalau masih bisa dan kita harus segera menuju bandara, mereka akan tunggu.

Akhirnya kita buru-buru lari ke mobil, nyalain Tom Tom untuk memberikan petunjuk arah ke tempat Skydive. Tidak butuh waktu lama, jam 10:15 kita sudah sampai tempat skydive.

gerbang-skydive

Saat akan melakukan pendaftaran, petugas pendaftaran memberikan penawaran mengenai paket foto atau video. Kemudian kita diberikan gambaran demo mengenai paket tersebut. Akhirnya Puti memutuskan untuk mengambil paket foto saja tanpa video. Artinya pada saat dia terjun tandem nanti, carrier atau penerjun yang membawa dia, akan dilengkapi dengan wide angle camera yang dipasang di tangan untuk memotret Puti. Saya sendiri tidak mengambil paket apapun, murni terjun saja karena paket inipun sudah cukup mahal.

Terdapat 2 paket skydive di Wanaka ini yaitu untuk ketinggian 12,000 feet dan 15,000 feet.  Untuk 12,000 feet kita akan free fall selama 45 detik sementara yang 15,000 feet selama 60 detik. Karena pengalaman pertama maka kita ambil paket yang 12,000 feet. Harga paket skydive saja sekitar NZ$300. Sementara Puti harus membayar biaya tambahan untuk foto sebesar NZ$175 sehingga kita total membayar NZ$775. Cukup mahal namun kita sudah nggak terlalu peduli lagi seperti saat masih di Akaroa yang bayar $20 pun mikir. Sudah kepalang basah.

Selesai bayar kita masuk ruangan demo. Dijelaskan proses sejak dari cara masang perlengkapan sampai setelah mendarat melalui infocus. Sementara di luar ruangan kita lihat group sebelum kita sudah siap dengan baju skydive dan sedang menunggu giliran untuk terbang.

2-group-sebelum-kita

Kemudian giliran kita untuk memilih baju, helmet dan kaca mata yang sesuai ukurannya. Sementara para carrier juga sedang sibuk di dekat kita melipat parachute. Setelah selesai memasang perlengkapan, carrier yang akan membawa kita datang untuk memperkenalkan diri dan ngobrol-ngobrol ringan untuk mencairkan suasana. Sekaligus menjelaskan dimana posisi kepala, badan dan kaki saat loncat dari pesawat dan juga posisi saat nanti landing untuk menghindari cidera. Juga dijelaskan mengenai aba-aba saat free fall nanti. Tentunya semua instruksi dan aba-aba dibuat sesederhana mungkin supaya mudah diingat namun tetap efektif. Untuk meyakinkan kita bahwa nyawa kita aman di tangan mereka, mereka akan menyebutkan track record mereka bahwa mereka telah terjun lebih dari berapa ribu kali jam terbang. Para carrier ini rata-rata cukup senior dengan pengalaman terjun lebih dari 10 tahun. Mendengar pengalaman mereka sedikit mengurangi rasa takut. Namun karena ini adalah pengalaman pertama, justru yang melupakan kita akan rasa takut adalah curiosity kita sendiri untuk merasakan pengalaman baru, sesuatu yang baru.

Khusus untuk Puti karena dia mengambil paket foto, carrier dia juga menjelaskan mengenai posisi kamera dan juga menge-test kamera dengan beberapa pose terlebih dahulu untuk memastikan bahwa kamera bekerja dengan baik. Carrier Puti namanya Pedro orang Brazil. Para carrier ini memang tidak hanya dari NZ. Karena peminat wisata skydive di NZ ini cukup besar maka mereka juga mengundang para penerjun di seluruh dunia untuk menjadi carrier. Para carrier harus memiliki berat badan yang lebih besar dari yang dibawa, oleh sebab itu maksimum yang bisa dibawa adalah yang beratnya 100 kg (meskipun tidak pernah secara resmi ditulis dalam persyaratan) karena sudah sulit mencari carrier yang memiliki berat badan diatas 100 kg.

Sekarang kita telah siap dengan perlengkapan skydive dan sudah dicek semuanya oleh carrier dan tinggal menunggu pesawat yang akan membawa kita.

3-menunggu-giliran

Ternyata di dalam group kita untuk yang terjun di ketinggian 120,000 feet hanya saya dan Puti sementara untuk yang ketinggian 15,000 feet hanya dua anak perempuan dari Inggris. Jadi nanti kita akan loncat terlebih dahulu kemudian pesawat lanjut naik sampai ketinggian 15,000 feet dan kedua anak gadis tersebut loncat. Umumnya di NZ, ketinggian skydive sampai maksimum 15,000 feet karena berhubungan dengan ketinggian yang diijinkan untuk pesawat dan juga lisensi pilot. Satu-satunya skydive yang lebih tinggi dari 15,000 hanya ada di Franz Josef yaitu sampai ketinggian 18,000 feet. Mestinya harganya akan sangat mahal. Mungkin perlu dicoba lain waktu.

Ini pesawat yang akan membawa kita. Pesawat ini naik turun non stop dari pagi sampai sore untuk mengangkut para penerjun.

4-pesawat-sudah-siap

Saya sekarang mengerti alasannya kenapa kita harus datang 1 jam sebelum terbang karena begitu banyak yang harus dilakukan sebelum terbang. Sekarang kita siap memasuki pesawat dan difoto dulu oleh Pedro.

DCIM100GOPRO

Pesawat sudah mulai terbang dan ketinggian pesawat dapat kita lihat pada dinding pesawat. Supaya tidak terlalu kaku, kita ambil foto-foto dan ketawa-ketawa. Kira-kira butuh waktu 15 menit pesawat mencapai ketinggian 12,000 feet.

DCIM100GOPRO

Dari yang awalnya kita banyak ngobrol dengan para carrier setelah mendekati ketinggian dimana kita akan loncat mulai kerasa ada perasaan dag dig dug… Aneh juga dari yang awalnya penuh semangat kemudian ada kekhawatiran. Sebelum kekhawatiran itu berubah menjadi ketakutan, sudah tiba waktunya loncat. Saya mendapat giliran loncat yang pertama baru nanti Puti. Mulai kita mendekati pintu dan pintu terbuka dan setelah itu saya tidak bisa menceritakan apa yang saya rasakan. Ya sudah lah pasrah saja… Insya Allah selamat hahaha…

DCIM100GOPRO

DCIM100GOPRO

Dan giliran berikutnya Puti harus loncat….. Proses dia loncat dari pesawat sampai mendarat terdokumentasi lengkap dengan kamera yang dipasang di tangan carrier-nya dia. Dan disini kita pilih beberapa yang mewakili.

DCIM100GOPRO

Secara sederhana saat kita loncat dari pesawat, rasa takut kita mencapai posisi puncak. Kita akan kehilangan orientasi beberapa detik, tidak lebih dari 5 detik. Lihat ekspresi Puti saat dalam kondisi ini seperti foto di bawah:

DCIM100GOPRO

Kemudian perasaan takut tersebut hilang sama sekali dan berganti dengan perasaan senang yang luar biasa, tiada tara. Coba bandingkan foto Puti di atas dengan di bawah ini untuk memudahkan menggambarkannya:

DCIM100GOPRO

Sekarang kita sadar kita sedang jatuh bebas di udara, kita bisa menikmati pemandangan yang luar biasa di bawah sana. Kita memiliki pandangan tak terbatas, tak terhalangi oleh apapun. Sampai pada saat tertentu kita tidak pingin kenikmatan ini berakhir.

DCIM100GOPRO

Waktu free fall yang 45 detik betul-betul momen tak terlupakan dan ingin mengulanginya terus dan terus. Saat parachute sudah mulai dibuka, rasanya sedih sekali karena kita sudah akan mendarat.

DCIM100GOPRO

Bahkan ada sedikit perasaan mual meskipun masih bisa ditahan. Kita pernah main paralayang bersama di Puncak dan saat sedang putar-putar di udara Puti minta turun cepat karena mual dan nggak ingin muntah di udara. Akhirnya persis setelah sampai di tanah, dia langsung keluarkan seluruh isi perut. Karena Puti suka mabuk maka dia termasuk golongan tukang mabuk.

Akhirnya kita sama-sama sudah mendarat dengan selamat dan bisa tersenyum lebar. Alhamdulillah…

DCIM100GOPRO

Sekarang saya memahami mengapa kegiatan ini (skydive) membuat begitu addicted meskipun sebagian besar menganggap sebagai kegiatan berbahaya, beresiko tinggi.

Setelah mendarat kita kembalikan seluruh peralatan dan kita nunggu sebentar untuk download hasil foto Puti dari kamera carrier-nya Puti kemudian di-copy ke CD. Kira-kira jam 12:30 kita sudah selesai semua dan siap meninggalkan Wanaka Skydive. Plat nomor mobil pada gambar di bawah super keren… FREE4L.

Luar biasa pengalaman hari ini dan sampai ketemu lagi lain waktu. Kita akan datang dan datang lagi.

15-selesai-skydive

Selesai skydive kita bingung mau melakukan kegiatan apa hari ini. Rasanya kita sangat puas hari ini dan tidak pingin ngapa-ngapain lagi. Tidak seperti biasanya yang mana kita selalu ingin memanfaatkan waktu seefisien mungkin. Dari satu tempat langsung kita buru-buru ke tempat lain lagi. Akhirnya kita kembali ke pusat kota untuk mencari makan karena sudah waktunya makan siang. Dan kita juga nggak pingin masak, mau membeli makanan jadi saja, apakah Thai food atau yang lain sedapatnya nanti.

Menurut saya, Wanaka dan Skydiving adalah breakthrough dari trip kita. Mungkin juga karena kita sudah pecahkan aturan untuk ngirit dari segi keuangan dan berimbas pada tidak mau ngirit lagi masalah waktu. Kita betul-betul pingin menikmati trip ini, bukan apa yang kita lihat kita kunjungi tapi lebih kepada apa yang kita rasakan. Mulai saat itulah kita mulai lebih bisa menikmati perjalan kita. Tidak ada target-target yang kita set lagi, enjoy saja.

Di kota Wanaka, kita pergi ke supermarket terlebih dahulu dan kebetulan parkir di situ luas dan tidak perlu bayar. Di dekat supermarket sedang ada pasar tiban, jadi banyak orang-orang menjajakan segala macam barang tapi sebagian besar adalah hasil pertanian, sayur-sayuran, buah, bunga, produk-produk turunan dari susu dan sebagian kecil souvenir-souvenir. Sebagain besar yang jualan sudah pada tua-tua, lucu-lucu melihat kakek nenek berpasang-pasangan saling berjualan bersama. Mungkin tidak penting berapa besar keuntungan yang mereka peroleh tapi lebih karena dengan berjualan mereka berkomunikasi dengan banyak orang, ngobrol berbagai hal, biar tidak cepat pikun. Buat kita yang muda-muda mungkin sebagian besar uang menjadi tujuan tapi saat tua nanti mungkin kita sama dengan mereka. Lebih menghargai sesuatu yang immaterial. Kita pun disini juga tidak membeli apapun, hanya membeli minuman buat menghilangkan haus yang juga harganya tidak seberapa. Kita suka dengan suasananya dan kebetulan kalaupun musim panas yang terik, suhu udara juga tidak terlalu kerasa panas sehingga cukup nyaman untuk jalan kaki keliling-keliling. Akhirnya kita makan Thai Food. Ini adalah pertama kali kita makan di restoran.

Selesai makan siang kita kembali ke supermarket tempat kita parkir mobil. Kita masuk super market. Sebetulnya tidak ada yang pingin kita beli, hanya muter-muter lihat apa saja yang ada di supermarket tersebut. Barang dan bahan-bahan makanan kita masih banyak dan lengkap. Namun pas lewat di daerah bumbu-bumbu saya melihat ada sambal botol merk Oeleg. Saya memiliki kenangan khusus mengenai sambal Oeleg dimana saya memiliki teman baik orang Belanda namanya Antonie de Wilde dan tinggal di Jakarta karena menjadi Lead Energy Advisor Bappenas setelah dia pensiun dari WorldBank tahun 2009. Setiap kali makan bersama dia, dia selalu bilang kalau dia kangen dengan sambal uleg. Asumsi saya sambal uleg itu adalah sambal homemade, yang di-uleg pakai cobek. Setiap kali saya kasih sambal bukan botol, dia selalu bilang kalau ini bukan sambal uleg. Saya baru mengerti yang dia maksud sambal Oeleg ya saat di Wanaka ini. Karena tenyata Sambal Oeleg itu adalah nama merk. Jadi di Belanda Sambal Oeleg ini sangat populer. Untuk menuntaskan penasaran saya mengenai Sambal Oeleg, akhirnya saya beli 1 botol (kaca). Saya tidak langsung mencicipinya, rencana mau saya coba waktu makan malam, waktu masak di campsite.

Dari supermarket kita jalan menuju campsite namum setelah sampai gerbang kita mikir mau ngapain di campsite. Akhirnya iseng kita naik mobil mengelilingi danau Wanaka. Banyak yang berkunjung ke Wanaka karena trekking di Wanaka cukup terkenal. Selain trekking, banyak juga yang ke puncak Mount Cook melewati jalur Wanaka. Mount Cook dalam Bahasa Maori disebut Aoraki dan menurut saya nama Aoraki lebih seru dan serem. Terdapat juga paket tour pakai helicopter ke puncak Mount Cook dari Wanaka. Mount Cook dan McKenzie sangat dikenal di South Island bahkan New Zealand karena kedua gunung ini selalu ditutupi es meskipun puncak musim panas. Sering digunakan untuk training para pendaki gunung menghadapi medan es. Di Christchurch banyak paket training untuk yang ingin belajar mendaki gunung es dan juga untuk persiapan ke Everest. Semua training pada dasarnya dilakukan di Mount Cook dan McKenzie. Berdasarkan cerita, Edmund Hillary sebagai pendaki Everest yang pertama berhasil kembali dalam keadaan selamat bersama Tengzin Norgay juga menjalani persiapan pendakian Everest di McKenzie. Sebagai penghargaan atas jasa Edmund Hillary maka gambarnya diabadikan pada uang NZ. Banyak yang mengira Edmund Hillary dan Tengzin Norgay adalah manusia pertama yang mencapai Everest padahal bukan. Yang pertama mencapai Everest adalah George Mallory, namun sayangnya beliau hilang saat turun dari puncak dan jasadnya baru ditemukan tahun 1999.

Salah seorang pendaki Everest yang cukup legendaris yang bernama Rob Hall juga menjadikan Mount Cook dan McKenzie untuk mentraining para calon Everest Summiters. Seperti diketahui, Rob Hall meninggal saat memandu tim pendakian Everest tahun 1996 yang dianggap sebagai tragedi Everest terbesar sepanjang sejarah. Kisah nyata pendakian tersebut ditulis dalam bentuk novel oleh Jon Krakeur (seorang wartawan dan salah satu anggota tim yang selamat) dan juga sudah pernah difilmkan dengan judul Into Thin Air. Beberapa film terkenal mengenai pendakian K2 (singkatan dari Karakoram) juga dibuat disini.

Untuk trekking yang paling dikenal adalah Trekking ke Mount Aspiring. Dari pada penasaran maka kita pingin trace menggunakan mobil, seperti apa sih trek-nya. Kalau memang menarik ya boleh saja kita coba. Trekking di Mount Aspiring paling tidak 1 hari penuh untuk bolak balik. Kita set target kita di Tomtom dan kita nyetir cukup jauh melalui jalan yang posisinya selalu di pinggir Lake Wanaka. Pemandangan sekitar danau sangat bagus dan mengagumkan dimana Lake Wanaka dengan background gunung-gunung di sekitarnya. Lake Wanaka menampung lelehan es dari Mount Cook dan juga Mount Aspiring.

16-ujung-lake-wanaka

Semakin lama kita nyetir, mulai dihinggapi rasa was-was. Setelah ujung Lake Wanaka terlewati, jalan mulai agak mengecil. Lama kelamaan tipe jalan berubah menjadi jalan berbatu tak beraspal. Waktu kita lewati terlihat di belakang mobil kita debu terbang kemana-mana. Apa yang kita khawatirkan akhirnya terbukti. Jalan yang kita lewati akhirnya sampai di ujung dan tidak ada jalan lagi melainkan peternakan sapi. Kita bukannya sedih tapi justru ketawa-ketawa menyikapi ulah kita sendiri. Namun kita sangat bersyukur sekali nyasar karena menemukan pemandangan yang luar biasa. Jadi saat kita berhenti di depan pintu peternakan, kita berencana memutar balik mobil namun apa yang terjadi? Seluruh sapi di peternakan tersebut melihat ke kita dengan pandangan curious seperti melihat barang langka. Bahkan sapi yang jaraknya jauh pun juga melihat ke kita. Momen tersebut kita abadikan dengan video dan juga foto.

17-bareng-sapi

Lama kelamaan sapi-sapi tersebut tidak hanya melihat tapi semua menuju ke pintu gerbang mendekati kita sehingga lama kelamaan sapi-sapi tersebut menjadi berdesak-desakan. Namun ada juga sapi jantan yang nakal yaitu dengan memanfaatkan kesempatan berdempet-dempetan tersebut untuk mengawini sapi betina. Coba perhatikan foto di bawah, persis di atas pundak kiri saya terlihat kepala sapi yang nongol, lebih tinggi dari yang lain karena sedang menaiki sapi betina. Sengaja ditampilkan foto yang agak tertutup (nggak kelihatan detail-nya) supaya tidak terkenal pasal pornografi.

18-sapi-kawin

Di samping ketemu sapi-sapi yang lucu ini, kita juga bersyukur sekali karena bisa melihat spot-spot unik dan indah dari Lake Wanaka.

19-sisi-lain-lake-wanaka

Karena nyasar ini juga kita akhirnya menemukan banyak campsite (meskipun bukan Top 10 Holiday Park) namun posisinya persis di pinggir danau yang sepertinya lebih asyik dan perlu dicoba lain waktu atau setidaknya dilihat dulu.

20-pilihan-campsite

Selesai nyasar-nyasar kita berhenti di tempat parkir umum di pinggir Lake Wanaka. Masih belum terlalu malam, belum jam 7 malam. Suasana masih terang dan kita manfaatkan untuk santai di pinggir danau. Melihat orang-orang yang sedang kayaking di danau sambil mengawal seseorang yang sedang renang. Saya menduga pasti perenang professional yang dikawal pelatihnya dengan kayak. Sudah lumayan lama perenang ini bolak-balik berenang tanpa henti. Meskipun Puti senang kayaking tapi kali ini kita nggak pingin ngapa2in hanya pingin santai. Saya rebus air panas dulu buat bikin kopi. Kopi hangat sangat cocok untuk saat-saat begini dimana agak dingin dan berangin karena sudah agak sore.

21-masak-air

Kita keluarkan meja lipat dan kursi, kita duduk sambil keluarin laptop untuk menulis jurnal. Puti minum kopi sambil sekali-sekali melihat perenang lewat teropong yang selalu kita bawa selama perjalanan.

22-nulis-jurnal

Setelah mendekati jam 9 malam kita kembali ke campsite. Sampai campsite, Puti masak untuk makan malam sementara saya memasukkan baju-baju kotor ke mesin cuci. Sambil nunggu cucian saya melakukan aktivitas lain.

Dalam trip ini kita bawa 2 kamera yaitu kamera yang serius dan yang sederhana. Yang serius kita bawa Canon 7D dan yang sederhana menggunakan pocket camera Olympus. Untuk Canon karena kita set kualitas gambar yang terbaik maka memory akan cepat penuh jika digunakan untuk merekam video. Oleh sebab itu hampir setiap malam harus memindahkan file dari kamera Canon ke laptop. Namun kenyataannya tidak hanya camera Canon yang kita download file-nya akan tetapi juga download file dari kamera Olympus maupun voice recorder. Voice recorder sangat menolong sekali saat menyetir atau saat mobil berjalan. Jika ada kejadian yang unik agar tidak lupa maka kita rekam komentar kita pada voice recorder. Bahkan sebagian besar jurnal ini juga kita buat dalam voice recorder selama perjalanan dan baru kita buat versi tulisannya saat ini. Di samping download file acara rutin kita tiap malam adalah charging battery baik kamera, hp, voice recorder, laptop dan juga semua battery cadangan.

Setelah makan malam siap, kita makan di kitchen yang umumnya juga dilengkapi dengan meja dan kursi makan. Selesai makan bagian saya yang cuci-cuci piring dan alat masak sementara Puti mandi duluan. Puti selesai mandi dan giliran saya mandi. Puti memindahkan laundry dari mesin cuci ke mesin pengering dan setelah selesai dia beresin seluruh perangkat elektronik yang sedang di-charge. Selesai semuanya kita masuk van untuk tidur karena sudah hampir jam 12 malam. Sebetulnya kita juga belum punya rencana untuk besok pagi. Yang jelas kita pingin melanjutkan perjalanan ke kota Te Anau, namun sebelum ke Te Anau kita belum tahu mau ngapain saja. Let’s decide it tomorrow.

Kembali ke Sambal Oeleg yang kita beli di supermarket tadi siang, pas makan malam kita coba sedikit. Ya ampun rasanya ternyata nggak karu-karuan. Namanya sambal tapi pedas pun tidak, justru rasanya asem seperti cuka. Syukurnya setelah saya cek label-nya, Sambal Oeleg ini bukan produksi Indonesia tapi Thailand. Minimal tidak malu-maluin Indonesia lah… Kalau ada waktu akan saya tulis pengalaman menemukan Sambal Oeleg di Wanaka ini kepada Antonie de Wilde lewat email supaya dia senang. Tentunya saya tidak akan tega cerita pendapat saya mengenai rasanya.

Ok good night for today and see you tomorrow in the 7th day of my South Island Trip.

to be continued to “Day 7: Perjalanan dari Wanaka ke Te Anau lewat Cardrona”

Advertisements